Ekologi merupakan ilmu yang mengkaji tentang interaksi antara organisme dan lingkungannya sehingga dalam mempelajarinya dibutuhkan kedekatan langsung dengan organisme yang dipelajari begitu juga dengan alam sekitarnya. Beberapa materi dalam mata kuliah Ekologi Hewan dalam pencapaian kompetensinya tidak hanya dilakukan di kelas melainkan baru dapat diperoleh ketika mahasiswa melakukan studi lapangan atau kancah. Melalui studi lapang mahasiswa belajar langsung dengan sumber utama, kemudian akan terlatih melakukan langkah-langkah pengamatan, identifikasi, pengumpulan data, analisis data, menyusun laporan, dan menyajikan laporan.
Praktikum ekologi hewan ini dilakukan pada tanggal 10-12 Maret tahun 2023,
di Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi
Selatan. Desa Ara terlerak di bagian tenggara Sulawesi Selatan dan berbatasan
dengan Teluk Bone di sebelah timur, Kelurahan Tanah Lemo di sebelah barat, Desa
Darubiah di selatan, dan Desa Lembanna di utara. Kondisi umum secara Geologis
wilayah Desa Ara memiliki karakteristik yang sangat unik, dimana di bagian Timur
berjejer Batu Cadas / Tebing Batu yang kokoh yang dihempas oleh gelombang.
Yang lebih menarik lagi adalah panorama hamparan pepohonan / hutan adat yang
dipelihara secara turun-temurun tanpa aturan tertulis. ber topografi terjal, berbukit
kapur dengan batu telanjang menonjol diatas tanah yang tipis, ditumbuhi padang
rumput dan semak belukar. Hanya sedikit wilayahnya yang dapat dijadikan lahan
pertanian. Itu sebabnya warga Desa Ara utamanya laki-laki kebanyakan memilih
profesi di luar pertanian.
Desa Ara juga dikenal sebagai Butta Panrita Lopi (Ahli Pembuat Perahu Pinisi)
yang telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu Warisan Budaya tak benda
dunia pada tanggal 07 Desember 2017 di Korea Selatan. Keahlian pembuatan
Perahu Pinisi diwariskan secara turun-temurun dan merupakan salah satu
kebanggaan bagi Masyarakat Desa Ara karena Perahu Pinisi telah menjadi Armada
Jembatan Penghubung di Nusantara. Oleh sebab itu profesi yang digeluti
masayarakat Desa Ara yaitu sebagai pengrajin Perahu Pinisi, pedagang, tukang
jahit, tenaga pengajar, serta beberapa profesi lainnya.
Secara Geologis Wilayah Desa Ara memiliki karakteristik yang sangat unik,
dimana dibagian Timur berjejer Batu Cadas / Tebing Batu yang kokoh yang
dihempas oleh gelombang. Dan yang lebih menarik lagi adalah Panorama
Hamparan pepohonan / hutan adat yang dipelihara secara turun-temurun tanpa
aturan tertulis. Sebelah Barat bertopografy terjal yang siap menada hembusan angin
pantai yang membuat Wisatawan betah menikmati keindahan Desa Ara.
Desa Ara juga dikenal sebagai Butta Panrita Lopi (Ahli Pembuat Perahu Pinisi)
yang telah diakui oleh UNISCO sebagai salah satu Warisan Budaya tak benda dunia
pada tanggal 07 Desember 2017 di Korea Selatan. Keahlian pembuatan Perahu
Pinisi diwariskan secara turun-temurun dan merupakan salah satu kebanggaan bagi
Masyarakat Desa Ara karena Perahu Pinisi telah menjadi Armada Jembatan
Penghubung di Nusantara.
Untuk mengelola potensi wisata telah terbentuk Nama POKDARWIS “ARA
BERSINAR” (Bersih, Elok, Rapih, Sehat, Indah, Nyaman, Aman, dan Ramai)
Peta, Iklim lokasi Penelitian
Peta Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan
Kondisi Iklim
Desa Ara beriklim lembab agak basa. Sebagaiman Kabupaten Bulukumba mempunyai suhu rata-rata berkisar antara 23,82 °C -27,68 °C. Suhu pada kisaran ini sangat cocok untuk pertanian tanaman pangan dan tanaman perkebunan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar