Ejrjrj
Rabu, 21 Januari 2026
Jumat, 16 Januari 2026
PKL Ekologi Hewan
Asistensi Mengajar
Asistensi Mengajar Program MBKM
Progrma Asistensi Mengajar MBKM di satuan pendidikan dilaksanakan di MAN 1 Kota Makassar. Program disampingi oleh dosen Biologi FMIPA UNM. Bapak Prof. Muhiddin, S.Pd., M.Pd, dan guru pamong Ibu Musdalifah, S.Ag., M.Pd.
Program ini dilaksanakan selama enam bulan, yang dimulai pada bulan Juni hingga bulan Desember 2023. Pada kegiatan ini kami Tidka hanya terjun langsung mengajar siswa SMA kelas XI IPA 1, 2, 3, 4, dan 5 dan siswa XII IPS 1, 2, tetapi kami juga membantu guru biologi membuat perangkat ajar berupa modul ajar, RPP, evaluasi penilaian siswa, dan juga pencatatan inventaris laboratoriumtorium.
Praktikum Fisiologi Tumbuhan
Praktikum fisiologi tumbuhan
A. Apa itu Fisiologi Tumbuhan
Fisiologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari proses metabolisme yang berlangsung dalam tumbuhan. Fisiologi tumbuhan juga mempelajari karakteristik tumbuhan yang meliputi berbagai proses sintesis kimiawi yang rumit dan cara berbagai proses tersebut berintegrasi untuk mendukung pertumbuhan tumbuhan.
B. Praktikum Fisiologi Tumbuhan
Pada praktikum fisiologi tumbuhan, kita akan mempelajari seputar topik sebagai berikut:
1. Pengukuran potensial air jaringan tumbuhan
Bila pada masa perkembangan tanaman kekurangan air maka umumnya laju perkembangan dan seluruh fungsi vital tanaman berkurang. Apabila kekurangan air tersebut berlangsung berkepanjangan atau tanaman berada pada keadaaan sangat kekurangan air maka akan menyebabkan kematian pada tanaman yang sedang aktif tumbuh. Pada tanaman yang sedang aktif tumbuh, apabila kandungan air dalam jaringan berkurang dan pada keadaan desikasi maka perkembangan tanaman tersebut akan terhambat. Kondisi terhambat tersebut sebenarnya menguntungkan tanaman dalam keperluan untuk ‘survive’. Kondisi temperatur yang tinggi maupun rendah sangat tidak menguntungkan bagi tanaman karena dapat mematikan bagian vegetatif. Berbeda dengan tubuh tanaman, pada biji kondisi temperatur tinggi dan rendah tidak menimbulkan kematian. Oleh karena itu adaptasi tanaman pada kondisi kering atau temperatur rendah seringkali melibatkan pengurangan kandungan air.
2. Transpirasi
Air memegang peranan penting dalam proses pertumbuhan tanaman. Hampir semua proses fisiologi dalam tumbuhan berlangsung dengan adanya air. Air diperlukan untuk kelangsungan reaksi kimia penting seperti dalam fotosintesis. Dalam proses transport, air merupakan sarana vital, demikian juga untuk mempertahankan turgor sel, air adalah unsur utamanya. Meskipun peranannya penting, jumlah air yang dipergunakan dalam proses tumbuhan hanyalah merupakan sebagian kecil dari jumlah air yang diabsorpsi dari tanah. Sebagian besar air (sekitar 99%) yang masuk dalam tumbuhan meninggalkan daun dan batang sebagai uap air, melalui daun. Ada dua jenis transpirasi: transpirasi melalui stomata disebut transpirasi stomata dan transpirasi melalui kutikula disebut transpirasi kutikula.
3. Pengukuran kandungan gula sebagai hasil fotosintesis
Fotosisntesis merupakan salah satu proses metabolisme penting dalam mendukung ketersediaan energi yang ada di biosfer. Energi cahaya yang ditangkap klorofil diubah menjadi nergi kemia yang tersimpan di ikatan-ikatan kimia yang ada di karbohidrat.
4. nutrisi mineral
Tanaman autotrof umumnya memerlukan C, H, dan O yang diperoleh dari CO2, H2O, dan O2. Selain itu juga memerlukan 13 unsur anorganik lainnya. Enam dari 13 elemen tersebut diperlukan dalam jumlah besar dibandingkan dengan 7 sisanya. Unsur-unsur makro tersebut adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S, sedangkan 7 elemen mikro yang dimaksud adalah Mo, Cu, Zn, Mn, B, Fe, dan Cl. Dua belas dari 13 elemen yang diperlukan berasal dari batuan induk dan oleh karenanya disebut elemen mineral. Sumber nitrogen yang terdekat adalah nitrogen molekuler (N2) yang diperoleh dari atmosfer. Selain tanaman dapat mengikat nitrogen langsung dari atmosfer baik langsung maupun melalui peristiwa simbotik, nitrogen dapat diperoleh dengan diserap sebagai garam organik (ion nitrat atau amonium) oleh tanaman autrotrof. Salah satu pendekatan untuk penentuan peran metabolik dari elemen-elemen esensial adalah menentukan akibat dari defisiensinya. Dalam semua unsur makro, ada gejala khusus yang menghasilkan cukup informasi terhadap kemungkinan hambatan metabolik dan tempat dimana suatu elemen berfungsi. Metode umum dari pelaksanaan pendekatan ini adalah menanam tanaman secara hidroponik dari larutan yang komposisinya diketahui secara tepat.
5. Peran auksin dan sitokinin dalam pembentukan tunas dan akar adventif
Pertumbuhan dan perkembangan tubuh tumbuhan dikontrol oleh kedua perangkat internal yaitu nutrisi dan hormon. Perkembangan tubuh tumbuhan yang seimbang dan terkoordinasi dilakukan oleh suatu substansi pertumbuhan tanaman atau disebut sebagai zat pengatur tumbuh (hormon) yang merupakan senyawa organik selain nutrisi, yang dalam jumlah kecil dapat meningkatkan, mengurangi atau merubah proses-proses fisiologis dalam tumbuhan. Zat pengatur tumbuh terdiri dari senyawa kimia buatan dan senyawa-senyawa yang disintesis oleh tumbuhan itu sendiri. Secara garis besar ada 5 jenis hormon tumbuhan yaitu auksin, giberelin, siokinin, asam absisat (ABA) dan etilen. Masing–masing hormon tersebut dapat dibedakan satu dengan yang lain oleh struktur kimia dan aktifitas fisiologisnya yang khas walaupun beberapa sifat-sifat fisiologisnya sering hampir sama. Untuk pertumbuhan normal dalam tubuh tanaman dibutuhan keseimbangan dari ke 5 hormon tersebut, masing-masing dengan aktifitas yang sama atau berbeda. Hasil akhir suatu proses pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi dari hormon-hormon yang berbeda yang terdapat dalam tubuh tanaman. Melihat fungsi dan peranan zat pengatur tumbuh yang sangat penting maka senyawa-senyawa tersebut sering dipakai terutama di bidang holtikultura.
6. Pengaruh stres kekeringan terhadap pertumbuhan kecambah dan kandungan prolin
Toleransi tanaman terhadap stres kekeringan dapat terjadi jika tanaman dapat survive terhadap stres yang terjadi dan adanya toleransi/mekanisme yang memungkinan tanaman menghindar dari situasi stres tersebut. Tanaman mempunyai oleransi yang berbeda terhadap stres kekeringan karena perbedaan dalam mekanisme morfologi, fisiologi, biokimia dan molekuler. Toleransi stres kekeringan melibatkan akumulasi senyawa yang dapat melindungi sel dari kerusakan yang terjadi pada ssat potensial air rendah. Prolin merupakan salah satu senyawa yang memegang peranan penting untuk toleransi terhadap stres kekeringan. Akumulasi prolin dalam respon terhadap stres kekeringan telah dilaporkan pada beberapa tanaman secara in vitro dan in vivo. Jumlah prolin yang meningkat dianggap merupakan indikasi toleransi terhadap stres kekeringan karena prolin berfungsi sebagai senyawa penyimpan N dan osmoregulator dan/atau sebagai protektor ensim tertentu, osmotic adjustment, menjaga integritas membran dan stabilisator protein. Tanaman yang overproduksi prolin dianggap mempunyai sifat toleransi terhadap stres kekeringan yang lebih baik. Akumulasi prolin pada tanaman yang mengalami strres kekeringan disebabkan oleh aktivasi biosintesis prolin dan inaktivasi degradasi prolin.
-
Praktikum Mikrobiologi Dokumentasi praktikum mikrobiologi Praktikum Mikrobiologi membahas tentang
-
Asistensi Mengajar Program MBKM Dokumentasi pembukaan pelaksanaan program Progrma Asistensi Mengajar MBKM di satuan pendidikan dilaksanakan...





